Minggu, 30 Maret 2014

Event Goresan Pena Publishing

Kemaren dapet tag event di FB, Bunda tertarik untuk ikut, kebetulan Bunda punya satu naskah yang rasanya mendekati tema yang ditentukan dalam event tersebut. Bunda udah kirim naskahnya tadi, nggak tahu deh bisa lolos apa enggak. Walaupun nanti nggak lolos yah paling tidak Bunda udah mencoba. Jadi tahu nanti kekurangannya apa. Pastinya nggak akan berhenti untuk terus belajar menulis dengan baik.

Dunia tulis menulis itu nggak ada matinya. Setiap membuka salah satu grup menulis yang Bunda ikuti, nggak pernah bisa berhenti kalo nggak dipaksa. Mata ini selalu ingin menjelajahi segala tips trik dan topik yang dibahas saat itu. Seperti kemaren, di grup chat FB, Mba Ajeng Maharani dan Mba Rina Rinz membahas tentang POV 2, sungguh banyak ilmu yang didapat dari pembicaraan itu. Semakin membuat Bunda pengen menekuni dunia tulis menulis. Walaupun sekarang pada kenyataannya masih susah untuk meluangkan waktu lebih untuk menulis, tapi Bunda tetap berusaha menulis. Tulisan tentang mudik kemaren aja masih belum sempet Bunda post disini, masih sibuk dengan urusan ke-rumahtangga-an hehe. Bener nggak sih itu EYD-nya? nanti deh ditanyain ke yang lebih paham,seperti biasa, grup chat FB solusinya :)

Betewe, doain tulisan Bunda di Goresan Pena Publishing lolos untuk dibukukan ya.... :)





Jumat, 28 Maret 2014

Fiuhhh.....

Setelah sekian lama nge-blog, baru kali ini punya waktu untuk mengutak-atik template. Tidak mudah karena udah bete duluan dengan sinyal yang pas-pasan, ough sebel. Selama 2 jam berkutat hanya bisa mengganti tampilan category. Bahkan setelah hampir tiga minggu beralih ke domain berbayar, baru kali ini bisa posting. Hiks...menyedihkan! Padahal banyak banget yang mau ditulis disini, salah satunya trip mudik dadakan kemaren. Bener-bener dadakan, karena rencana mudik satu minggu full langsung beralih jadi 4 hari saja karena situasi dan kondisi yang mengharuskan balik ke Pekanbaru secepat mungkin. InsyaAllah secepatnya diposting deh ceritanya, sekalian mau nambahin gambar dibeberapa resep yang belum sempet dikasih foto. Tungguin ya :)


Rabu, 05 Maret 2014

Puding Coklat Soft

Geregetaaaannn... 
Selama ini Bunda penasaran gimana sih caranya bikin puding coklat yang soft kaya pudingnya KFC itu? Iya, Bunda dan anak-anak suka banget puding coklat ala resto fastfood yang satu itu. Pudingnya sih simple, lembut, coklatnya berasa, di perut juga ringan. Beberapa resep puding coklat yang ribet udah Bunda coba, tapi hasilnya ga pernah bisa se-enak dan se-simpel penampakan puding coklat favorit itu. Bunda nggak patah arang, setiap ada kesempatan browsing Bunda cari resep puding coklat. Rata-rata pada pake coklat batang, coklat bubuk, telur, dan itu udah Bunda coba semua dan belum ada yang sesuai dengan keinginan. Hingga beberapa minggu yang lalu Bunda nemuin resep puding coklat simpel di sebuah blog. Duh, Bunda lupa nama blognya apa. Karena udah excited nyatetin resepnya sampe lupa nama blognya. Whatever, makasih banyak buat mbak yang punya blog, finally Bunda bisa bikin puding coklat seperti yang Bunda mau. Simpel dan ringan, hehe. Ternyata bikinnya ga pake ribet dan bahannya juga nggak banyak. Trus masaknya paling cuma lima menit. Lima Menit! Bunda bagi-bagi resep disini ya..... Buat yang suka pake fla, sekalian Bunda share cara bikin fla simpelnya juga.

Bahan Puding : 
  • 1 bungkus agar-agar bubuk coklat. 
  • 1200 ml air
  • 1 kaleng susu kental manis coklat
  • Seujung sendok teh garam

Cara Membuat :
  • Masukkan semua bahan ke dalam wadah, rebus hingga mendidih sambil di aduk agar tercampur rata dan agar-agranya tidak mengental.
  • Setelah mendidih matikan api. Aduk-aduk  sebentar hingga uap dan busanya hilang.
  • Tuang ke dalam cetakan dan dinginkan. Puding ini harus dimasukkan dalam cetakan seperti gelas-gelas kecil itu. Karena puding ini jadinya lembut banget dan akan gampang hancur serta berair jika di potong. 

Bahan Fla :
  • 100 ml air matang
  • 2 sdm tepung maizena
  • 2 sdm bubuk creamer. Bunda pake merk coffeemate.
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya. sedikiiiiitttt aja, untuk membuat rasa gurih pada fla-nya aja.

Cara Membuat Fla :
  • Campur semua bahan jadi satu dalam wadah. Kalo ingin fla beraroma vanilla, tambahkan setetes essence vanilla ke dalam larutan. Rebus larutan fla dengan api kecil sambil diaduk rata hingga adonan meletup-letup dan mengental.
  • Jika sudah mencapai kekentalan yang diinginkan, matikan api, simpan fla dalam wadah, dinginkan.
  • Fla siap dituang ke atas puding saat penyajian. 
See? Gampang banget kan bikinnya? :)

Nih, pudingnya udah jadi, tinggal ditambahin fla :)
 
daaaan.... tarrraaaaa...! Ini penampakan puding coklat with vanilla fla, yummy!

Bola Ikan

Najla suka banget makan pempek. Bentar-bentar minta dibeliin pempek. Kalo bisa nih tiap hari dia ngemil pempek, wuihhh... bikin tongpessss. So, untuk ngakalin kesukaan Najla akan pempek, Bunda mikir untuk bikin fishball, bakso ikan, bola-bola ikan. Pastinya rasanya sama persis dengan pempek. Ga pake beli, sekali bikin bisa untuk cemilan Najla dan Shaqeela beberapa hari.

Bahan :
  • Satu ekor ikan tenggiri, di fillet, ambil dagingnya saja. Biasanya Bunda beli yang beratnya 700-1000 gr.
  • 3-4 butir putih telur. Putihnya aja ya...
  • 5-6 siung bawang putih atau sesuai selera. Fungsi bawang putih ini selain sebagai penyedap juga untuk meredam bau amis ikannya.
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • Garam secukupnya.   
  • 1 sdm minyak goreng 
  • 5-6 sdm tepung tapioka

Cara Membuat :
  • Campur daging ikan dengan putih telur, garam, merica dan minyak goreng. Blender jadi satu hingga ikannya halus.
  • Setelah halus, masukkan tepung tapioka, aduk rata.
  • Panaskan air dalam wadah dengan api sedang, tambahkan satu sdm minyak goreng ke dalam air rebusan. Gunanya agar bakso nanti tidak menempel ke permukaan wadah.
  • Bulat-bulatkan adonan dengan sendok atau tangan, celupkan adonan ke dalam air yang sudah mendidih.
  • Rebus hingga bola-bola ikannya matang. Bola ikan yang sudah mengapung di permukaan air berarti sudah matang. Angkat bola ikan yang sudah matang, lalu tiriskan. Setelah dingin bisa dimasukkan ke dalam wadah kedap udara lalu simpan dalam lemari es. Untuk 4-5 hari bola ikan bisa diletakkan di pendingin saja, tidak dalam freezer. Kalo jumlahnya banyak dan mungkin akan habis dalam satu minggu lebih baik simpan di freezer.

Penyajian :
Bola ikan ini bisa dibuatkan kuahnya sehingga jadi bakso ikan atau bisa juga digoreng. Untuk menggoreng, belah empat bagian atas bola ikan, lalu goreng dengan api sedang. Fishball rumahan siap disantap.
Happy cooking, Moms :)

 fishball yang sudah direbus

 ngemil fishball yuk :)

oya, ini bentuk adonan setelah semua bahan dicampur dan diaduk rata

Asap Oh Asaaaappp!

Udah hampir sebulan asap putih melingkupi kota Pekanbaru. Nggak aneh sih, tiap tahun kejadian yang sama berulang, asap hasil pembakaran lahan ribuan hektar ngumpul di sini. Juni 2013 kemaren asapnya nyampe ke Singapura dan Malaysia. Sekarang asap ini mengarah ke Medan dan Padang. Banyak yang dirugikan karena asap ini. Sekolah diliburkan. Hingga minggu kedua Pemda belum ngeluarin perintah libur untuk sekolah, tapi pihak sekolah sudah meliburkan kelas-kelas kecil, SD kelas satu sampai kelas tiga. Sementara kelas empat hingga enam tetap masuk. Mungkin pertimbangannya karena anak kelas kecil ini lebih rentan dibanding anak kelas besar. Minggu ketiga asap bukannya berkurang malah makin parah, jalanan mulai tertutup kabut asap, jarak pandang berkurang, langit makin gelap. Sinar matahari nggak mampu menembus tebalnya asap. Akhirnya Pemda ngeluarin perintah libur untuk semua sekolah mulai dari SD hingga SMU. Bunda nggak tahu sekolah lain masih libur apa enggak sekarang, yang pasti hingga hari ini Najla masih libur.

Kebayang betapa banyak sekali dampak negatif dari asap ini. Penerbangan di stop. Sekolah diliburkan sekian lama, otomatis kegiatan belajar terganggu. Saat masuk nanti mereka harus mengejar pelajaran yang tertinggal selama sebulan ini. Iya kalo cuma sebulan, lha ini asapnya masih tebel aja, entah kapan sekolah bisa mulai. Belum lagi penyakit mulai berjangkit. ISPA mulai menggerogoti orang-orang, terutama yang daya tahan tubuh lemah seperti orangtua dan anak-anak.Memang sih udah disarankan untuk pake masker jika keluar rumah, tapi anak-anak mana betah pake masker? Di depan kita iya dia pake maskernya. Ntar kalo udah di luar, maskernya dibuka. Katanya nggak enak, nggak nyaman. Duh....!

Entah bagaimana caranya hingga pemimpin negeri ini sadar. Asap dikarenakan pembakaran lahan sawit yang kebanyakan dimiliki oleh perusahaan asing. Lahan kita, tanah kita. Sementara duit hasil sawit dibawa ke negara mereka, asapnya masuk paru-paru kita. Cuma karena ngarepin duit ini itu untuk oknum tertentu, semua hasil bumi yang harusnya dinikmati anak negeri malah raib begitu saja, di depan mata! Yang kita dapet secara merata hingga dibagi-bagi ke daerah lain itu cuma asap! Ough! 

Cuma bisa berdoa. Semoga angin segera membawa asap ini pergi.





 

TRAVEL AROUND AND STAY FOR A WHILE Template by Ipietoon Cute Blog Design