Rabu, 21 Januari 2015

Jujur itu Penting!

Kamis lalu, seperti biasa, Najla bawa raket badminton ke sekolah, untuk dimainkan saat jam bebas setelah pelajaran olahraga. Pulang sekolah, Najla lapor dengan wajah takut plus sebal. Gimana enggak, pulang-pulang raket yang tadinya dibawa sepasang gak ada yang kembali dengan utuh. Satu raket hilang, menurut Najla raket itu dipinjam paksa oleh dua orang temen laki-lakinya. Lalu satu raketnya dipinjemin lagi ke anak laki-laki  lain kelas oleh salah satu dari yang minjem maksa tadi. Najla nggak kenal anak kelas lain itu. Najla yang basicly pendiem cuma bisa ngeliatin raketnya di oper. Sementara raket satunya lagi, kembali dengan keadaan beberapa senarnya putus, nggak bisa dipake lagi. Huh... Hahh.... Bunda tarik napas dalem-dalem demi mendengar cerita Najla sambil ngeliatin raket yang rusak.

Sebagai orang tua pastinya kesal, sebal, marah jadi satu. Karena kejadian seperti itu tidak sekali dua kali terjadi. Selalu saja ada barang-barang Najla yang tidak kembali setelah "dipinjam" oleh temannya. Masih mending kalo minjem baik-baik, ini dengan lancang ngambil sendiri dari kotak pinsil di meja.

Sedikit yang menggelitik, apa anak-anak yang suka "meminjam" barang teman ini tidak pernah diajari untuk mengembalikan lagi barang pinjamannya? Apa orangtua tidak memperhatikan barang yang dibawa pulang oleh anaknya? Apa orangtua tidak mengenal mana barang milik anak dan mana yang bukan? Apa anak-anak itu tidak diajari adab meminjam serta bagaimana memperlakukan barang pinjaman itu? 
Mungkin sekarang banyak yang menggampangkan dan berpikir, ah biasa... namanya juga anak-anak.

Dalam kasus Najla, nyata-nyata raket adalah barang yang cukup besar dan pasti kelihatan.  Gak bisa disembunyiin dari pandangan orangtua saat melihat anaknya sepulang sekolah. Apa orangtua anak yang membawa raket Najla, tidak mempertanyakan dari mana dia mendapatkan raket? Jika dia bertanya dan anaknya jawab bahwa itu raket temennya, apa orangtuanya tidak meminta anak untuk mengembalikan?

Sebagai orangtua, kita tidak bisa membiarkan saja hal seperti ini.  Karena sekecil apa pun, perilaku-perilaku ganjil ini akan berpengaruh pada habit anak nanti. Memang sekarang anak hanya suka meminjam tanpa ijin benda-benda kecil temannya seperti pinsil, bolpen, penghapus, tip ex, rol. Karena tidak ada kontrol dari orang tua bisa jadi kebiasaan itu akan berkembang menjadi suka "meminjam" yang lebih besar jadi ambil buku, bahkan uang. Seperti yang juga pernah Najla alami, kehilangan buku cetak serta uang di sekolah.
Biasa karena terbiasa. Jadi jangan heran kalo gedenya nanti anak jadi pembohong, pencuri atau koruptor.

Sebagai orangtua, rasanya penting buat kita untuk mengajarkan anak bersikap jujur dalam segala hal. Dimulai dari hal-hal kecil seperti meminjam. Pertama, orangtua harus perhatian pada anak. Kenali barang milik anak. Jika melihat barang baru, pertanyakan asalnya. Kalau anak bilang barang itu pinjaman, perintahkan anak untuk mengembalikan barang itu secepatnya. Ajari anak untuk minta ijin pada empunya, tidak mengambil paksa. Dengan begitu diharapkan anak bisa bersikap jujur dan menghargai milik orang lain. Tanpa disadari, sedari dini kita sudah menanamkan satu hal penting dalam diri anak yang akan dibawanya hingga dewasa nanti, kejujuran.

Pssttt... satu lagi nih Moms, jadi orangtua dari anak yang kehilangan barang itu, sakitnya tuh disini (nunjuk kantong.


6 komentar:

  1. Seharusnya dari kecil dibiasakan untuk belajar mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" ya, Mbak.. Tapi kadang hal sepele kayak gitu sering banget terabaikan.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, bener banget Beby. Dengan begitu kejadian hilang ini mungkin bisa diminimalisir. Tapi yah... begitulah....

      Hapus
    2. Kadang memang ada anak-anak yang perangainya seperti itu.. Bingung sendiri gimana ngadepinnya.. :'

      Hapus
  2. pas saya saat sd sering banget jadi korban "hilangnya barang yang saya bawa", gak dipinjamin gak enak eh pas dipinjamin gak di pulangin mak -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. gondok bin sebel yaaa.... -_-

      Hapus

 

TRAVEL AROUND AND STAY FOR A WHILE Template by Ipietoon Cute Blog Design